• Lorem ipsum dolor 1

  • Lorem ipsum dolor 2

  • Lorem ipsum dolor 3

  • Lorem ipsum dolor 4

  • Lorem ipsum dolor 5

Edhi Virgi

Hanya orang BIasa Saja

Menyadari jiwa ternyata gampang dan mudah, ndak perlu pusing-pusing mencari karena toh sebenarya kita sudah di ajari terus menerus oleh Allah . Menyadari jiwa haruslah meyadari Jasad... hehehe bingung ya dengan tulisan saya..

Saya yang menulis ini saya sadari adalah jasad yang di gerakkan oleh Allah sehinnga bisa menulis. apa yang saya tulispun mengalir begitu saja, sedang jiwa saya tengah mnyaksikan bergeraknya tangan dan jemari di atas tuts laptop . saya merasa melihat kebesaran NYA dengan pekerjaan ini...

Bingung ya by pass saja , wong saya nulis buat diri saya sendiri dan juga buat yang paham kog.

Mari kita luruskan, tapi buang semua paradigma - ilmu tetang hidup dan lain sebagainya yang pernah di peroleh atau yang anda ketahui sebelum ini. kosongkan semuanya agar anda bisa sefrekwensi dengan apa yang akan saya sampaikan. kalo sudah , ok mari kita mulai menyadari jiwa 

renungkan apa yang akan saya tuliskan ini:

Nafas anda siapakah yang menafaskan?

apakah anda yang mengatur nafas keluar dan masuk secara terus menerus selama anda hidup?

apakah anda yang menggerakkan detak jantung? lalu siapa yang nendetakkan jantung kita  secara terus menerus?

kalo anda merasa bahwa anda yang mengatur nafas yang keluar dan masuk, ya silahkan di coba seberapa kemampuan anda bisa mengatur nafas selama 24 jam.. ato gampangnya coba tarik nafas anda dan tahan... seberapa lama anda mampu menahannya? pasti ada keinginan nafas itu keluar lagi .. nah pikir dan rasakan .. anda berkeinginan menahan tetapi yang di tahan ingin keluar... bearti ada yang menahan dan ada yang ingin keluar.. 

pertanyaannya adalah siapa yang menghendaki nafas yang tengah anda tahan itu keluar???? 

coba renungkan...

Ternyata kita itu di Nafaskan.. ternyata kita itu di hicupkan... ternyata badan ato jasad ato apalah anda memaknai tubuh ini ada Dzat yang menggerakkan dan hidup...

coba amati nafas anda keluar dan masuk .. amati saja jangan di atur.. maka anda akan menemukan yang bernafas dan yang mengamati.. coba saja .. pelan-pelan anda amati dan rasakan...nah siapa yang bernafas... Jasad.. siapa yang mengamati... Jiwa / Nafs..

metode ini ada di metode Dzikir Nafas.. level satu... 

Selamat mencoba ... menyadari Jiwa..

 

Salam Bejo

bgemplak, 4 Des2017

 

BERSERAH...

itu adalah jalan keluar jika adan punya masalah.. ya tapi ini hanya brlaku pada manusia yang ber Iman. Kalo yag tidak beriman ya by Pass saja tulisan saya ini.

Masalah ya jangan di pikir, karena jika di pikir pasti makin bermasalah, kalo tidak percaya buktikan saja

anda punya hutang.. ini masalah klasik ya.. punya hutang di pikir tiap hari tiap saat, saat makan di pikir, saat duduk di pikir , saat di kamar mandi di pikir hehehehe bahkan saat tidurpun di bawa mimpi .. lha punya hutang kog di pikir , punya hutang ya di bayar.. lha kalo ndak punya uang  ya cari.. usaha.. ikhtiar untuk mencari.. sudah mencari kesana-kemari tidak juga dapat ..ya beserah.

selama kita sudah ikthiar maka ya harus berserah, sudah itu saja.. jadi ghak perlu di pikir toh..

Jalan keluar akan ada dari Allah, tak ada yang bisa menghentikan kehendakNYA. DIA adalah yang HAQ, tak ada yang hisa menyelesaikannya kecuali Allah. 

tapi ini bagi kita yang paham lho.. yang ndak paham by pass saja.

 

SENDIRI BERSAMA ALLAH

 

Entah kenapa besar sekali keinginan saya menulis sebuah title judul " SENDIRI BERSAMA ALLAH". Mungkin karena memang begitulah keadaan saya saat ini, dalam kesendirian, dalam keheningan malam di rumahsakit JIH ( saat ini saya sedang menunggu anak sulung saya yang opname di rumahsakit karena gejala Typus ).. ya semua mungkin , tapi didalam kesendirian ini terasa sekali saya tidak sendiri, kesadaran saya begitu terasa lurus ke ALLAH.. saya merasa bersamaNYA. Kesendirian yang terasa amat sangat tenang, nyaman dan entahlah tak terungkap segala rasa yang ada.  Saya yakin andapun pasti pernah mengalami hal ini, apalagi jika anda mampu menepis ego, pikiran anda menjadi sebuah Kesadaran.

"Ya, kesadaran akan kebesaran Allah, yang meliputi segala kehidupan anda, dari sisi manapun."

"Ya, kesadaran akan kedekatan Allah, yang begitu dekat dengan anda"

 

iklan 2
iklan kanan

iklan 3