• Lorem ipsum dolor 1

  • Lorem ipsum dolor 2

  • Lorem ipsum dolor 3

  • Lorem ipsum dolor 4

  • Lorem ipsum dolor 5

Edhi Virgi

Hanya orang BIasa Saja

Ya Amanah itu jangan di cari... mau mencari kemana? 

wong yang namanya amanah itu pemberian Allah pada hambanya yang siap menerima amanah kog, lha kog di cari.. ya pasti ndak bakalan ketemu. Amanah itu berkaitan dengan perintah Allah, mendapat perintah dari Allah dulu baru kemudian oleh Allah di selipkan atau di beri Amanah.

Amanah itu kan lebih berkaitan dengan sebuah perbuatan yang bermanfaat bagi orang lain, kalo tidak ada kemaslahatan bagi mahkluk Allah yang lain itu namanya bukan amanah tapi hanya sebatas perintah.. 

Gampangnya kira kira begini, hari ini kita bangun tidur lalu ingin sholat subuh kemudian tidur lagi. nah keinginan untuk sholat itu perintah, keinginan untuk tidur itu juga perintah karena tidak ada manfaat buat orang lain kecuali diri anda sendiri, tapi kalo ada keinginan setelah sholat kemudian harus membersihkan rumah, menyiapkan makanan untuk anak-anak  itulah Amanah,tetapi bisa di sebut amanah bila hal tersebut bukan menjadi rutinitas sehari-hari. Ya kalo memang sehari-hari kita setelah shubuhan kemudian menyiapkan makanan dan bersih-bersih rumah itu sudah harus di sadari sebagai perintah bukan Amanah.. masih ghak paham??? 

ok sekarang pahami dan baca apa yang saya tulis ini dengan kesadaran bahwa Allah wajib di sadari keberadaannya. Allahlah yang menggerakkan daya keinginan atau perintah kepada hambanya dan Allahlah yang memberikan daya Amanah pada hambanya.

kepingin pergi ke masjid itu perintah, tiba-tiba di masjid melihat banyak anak-anak bermain lalu pingin mengajari ngaji naaah itu Amanah . saya pikir  anda seharusnya sudah paham neh dengan yang saya maksut denga perintah atau amanah.

jadi amanah memang tidak bisa di cari tetapi itu hak nya Allah memberikan pada hambanya yang dianggap mampu mengemban amanah itu karena Amanah itu selalu berkaitan dengan kemaslahatan Mahluk selain diri kita.

ada satu cerita lagi, seseorang di grup wa DNSA tiba-tiba menulis begini:

Pak saya ini bingung apa ya amanah saya hari ini, saya sudah bebrapa hari ini mencari, karena beberapa hari ini dan juga sekarang saya nganggur, di kantor tidak ada pekerjaan karena tidak ada kapal yang berlabuh, padahal saya bekerja hanya pada saat kapal berlabuh.. jadi saya hanya ngobrol ke sana-kemari sama teman-teman... lalu apa Amanah saya hari ini"

hehehe lucu ya, saya bantu guru saya menjawab di wa tersebut, begini jawaban saya"

Bapak, Amanah itu jangan di cari karena hak nya ALLah memberi pada kita, Amanah itu hanya bisa di baca dengan kesadaran akan adanya yang Haq bukan di cari-cari, bapak mendapatkan perintah untuk bekerja hari ini, diberi oleh Allah untuk memiliki waktu kosong yang banyak , yang belum tentu di miliki oleh orang lain, Sadari saja perintah dan kenikmatan itu , saran saya jika dalam kondisi tidak ada kerjaan laksanakanlah hal-hal yang baik atau diamlah.. sadari Allah beserta segala kebesarannya di sekitar bapak, insyaallah bapak akan menemukan jawaban nya, waallahualam"

hehehe yang bingung bypass aja ya, saya menulis buat mereka yang mau memahami dan sepaham saja.

Menyadari jiwa ternyata gampang dan mudah, ndak perlu pusing-pusing mencari karena toh sebenarya kita sudah di ajari terus menerus oleh Allah . Menyadari jiwa haruslah meyadari Jasad... hehehe bingung ya dengan tulisan saya..

Saya yang menulis ini saya sadari adalah jasad yang di gerakkan oleh Allah sehinnga bisa menulis. apa yang saya tulispun mengalir begitu saja, sedang jiwa saya tengah mnyaksikan bergeraknya tangan dan jemari di atas tuts laptop . saya merasa melihat kebesaran NYA dengan pekerjaan ini...

Bingung ya by pass saja , wong saya nulis buat diri saya sendiri dan juga buat yang paham kog.

Mari kita luruskan, tapi buang semua paradigma - ilmu tetang hidup dan lain sebagainya yang pernah di peroleh atau yang anda ketahui sebelum ini. kosongkan semuanya agar anda bisa sefrekwensi dengan apa yang akan saya sampaikan. kalo sudah , ok mari kita mulai menyadari jiwa 

renungkan apa yang akan saya tuliskan ini:

Nafas anda siapakah yang menafaskan?

apakah anda yang mengatur nafas keluar dan masuk secara terus menerus selama anda hidup?

apakah anda yang menggerakkan detak jantung? lalu siapa yang nendetakkan jantung kita  secara terus menerus?

kalo anda merasa bahwa anda yang mengatur nafas yang keluar dan masuk, ya silahkan di coba seberapa kemampuan anda bisa mengatur nafas selama 24 jam.. ato gampangnya coba tarik nafas anda dan tahan... seberapa lama anda mampu menahannya? pasti ada keinginan nafas itu keluar lagi .. nah pikir dan rasakan .. anda berkeinginan menahan tetapi yang di tahan ingin keluar... bearti ada yang menahan dan ada yang ingin keluar.. 

pertanyaannya adalah siapa yang menghendaki nafas yang tengah anda tahan itu keluar???? 

coba renungkan...

Ternyata kita itu di Nafaskan.. ternyata kita itu di hicupkan... ternyata badan ato jasad ato apalah anda memaknai tubuh ini ada Dzat yang menggerakkan dan hidup...

coba amati nafas anda keluar dan masuk .. amati saja jangan di atur.. maka anda akan menemukan yang bernafas dan yang mengamati.. coba saja .. pelan-pelan anda amati dan rasakan...nah siapa yang bernafas... Jasad.. siapa yang mengamati... Jiwa / Nafs..

metode ini ada di metode Dzikir Nafas.. level satu... 

Selamat mencoba ... menyadari Jiwa..

 

Salam Bejo

bgemplak, 4 Des2017

 

SENDIRI BERSAMA ALLAH

 

Entah kenapa besar sekali keinginan saya menulis sebuah title judul " SENDIRI BERSAMA ALLAH". Mungkin karena memang begitulah keadaan saya saat ini, dalam kesendirian, dalam keheningan malam di rumahsakit JIH ( saat ini saya sedang menunggu anak sulung saya yang opname di rumahsakit karena gejala Typus ).. ya semua mungkin , tapi didalam kesendirian ini terasa sekali saya tidak sendiri, kesadaran saya begitu terasa lurus ke ALLAH.. saya merasa bersamaNYA. Kesendirian yang terasa amat sangat tenang, nyaman dan entahlah tak terungkap segala rasa yang ada.  Saya yakin andapun pasti pernah mengalami hal ini, apalagi jika anda mampu menepis ego, pikiran anda menjadi sebuah Kesadaran.

"Ya, kesadaran akan kebesaran Allah, yang meliputi segala kehidupan anda, dari sisi manapun."

"Ya, kesadaran akan kedekatan Allah, yang begitu dekat dengan anda"

 

BERSERAH...

itu adalah jalan keluar jika adan punya masalah.. ya tapi ini hanya brlaku pada manusia yang ber Iman. Kalo yag tidak beriman ya by Pass saja tulisan saya ini.

Masalah ya jangan di pikir, karena jika di pikir pasti makin bermasalah, kalo tidak percaya buktikan saja

anda punya hutang.. ini masalah klasik ya.. punya hutang di pikir tiap hari tiap saat, saat makan di pikir, saat duduk di pikir , saat di kamar mandi di pikir hehehehe bahkan saat tidurpun di bawa mimpi .. lha punya hutang kog di pikir , punya hutang ya di bayar.. lha kalo ndak punya uang  ya cari.. usaha.. ikhtiar untuk mencari.. sudah mencari kesana-kemari tidak juga dapat ..ya beserah.

selama kita sudah ikthiar maka ya harus berserah, sudah itu saja.. jadi ghak perlu di pikir toh..

Jalan keluar akan ada dari Allah, tak ada yang bisa menghentikan kehendakNYA. DIA adalah yang HAQ, tak ada yang hisa menyelesaikannya kecuali Allah. 

tapi ini bagi kita yang paham lho.. yang ndak paham by pass saja.

 

BAHAGIA DULU MAKA SUKSES AKAN MENGIKUTI

 

Loh kog gitu...bukankah orang harus sukses dulu baru bisa merasakan bahagia ??? ya ungkapan itu bisa jadi benar,  tetapi kalo saya ungkapan itu kebalik.. kenapa kebalik?? karena saya melihatnya dari sisi yang lain..

Kalo sukses selalu di identikkan dengan berlimpahnya harta, bergelimangnya kekayaan ya pasti jadi salah apa yang saya pikirkan. Tetapi saya ingin menyodorkan suatu pola pikir yang berbeda, bahwa sukses jangan dilihat dari satu sisi saja.. karena menjadi tidak adil nantinya.. karena di dunia ini tidak banyak kan orang yang berlimpah harta tetapi tidak bahagia tuh...

dan hai bro harta itu hanya titipan makanya jangan di jadikan ukuran.. masak barang titipan kog di jadikan ukuran, masak barang titipan di jadikan parameter sukses .. jiaaahh salah besar bro.. kalo masih berpikiran begitu ya mending kelaut aja lu.. karena pasti ghak akan bahagia.

Kenapa harus Bahagia dulu baru sukses karena kategori sukses menurut saya adalah mereka orang-orang yang bahagia lahir bathin.. bisa merasakan hasil jerih payahnya secara maksimal..dengan kata lain orang beruntung ato Bejo.

Coba aja kalo kita berpikir bahwa sukses itu adalah jika kita sudah kaya, berlimpah harta.. jiiiaah di kejar sampai mau ke liang lahat juga ghak akan dapat .. kenapa karena sifat dasar manusia yang selalu tidak pernah cukup ... 

Iya kan .. coba aja lihat kalo orang mengejar kekayaan agar sukses.. hehehe ghak bakalan kelar di kejar.. sudah dapat yang di kejar,, masih melirik yang lain.. di kejar lagi lihat yang lain lagi dan ingin mengejarnya lagi.. capek deh..

ujung-ujungnya .. mau makan mikir yang di kejar, mau tidur mikirin kerjaannya di serobot orang, mau jalan-jalan tapi pikirannya malah kepekerjaannya .. duh... repot dan hasilnya.. wow.. banyak harta tapi sakit kronis .. banyak harta tapi tak bisa tertawa.. banyak harta tapi tak mampu menikmatinya ....ya kan.. nah apakah itu yang dinamakan sukses??? 

Enak itu bahagia dulu baru merasakan berlimpahnya kesuksesan.. berlimpah lho bukan hanya satu tapi banyak,,

bahagiakan aja dirimu dengan segala yang kamu punya saat ini.. ya saat ini .. bahagiakan dan rasa bahagia itu bukan dari di buat-buat agar terlihat bahagia tetapi memang benar-benar kamu merasakan kebahagiaan dari dalam hati dan pikiranmu.

apapun keadaanmu maka rasakan kebahagiaan itu.. maka segalanya akan terasa mudah, segalanya akan terasa indah dan nikmat..Nah kalo sudah seperti itu, semua yang kita kerjakan, semua yang kita cita-citakan akan mudah di kerjakan dan di capai.

Kalo semua sudah mudah maka segalanya akan terasa indah .. maka anda bisa menikmati hasilnyadengan senyuman.. dengan tawa dan canda... bisa jalan-jalan tanpa harus memikirkan kerjaan dan hasilnya karena bahagia, kamu tidak akan menderita kan..

Tapi ada satu hal yang harus tidak kita tinggalkan yaitu Kedsadaran bahwa segalamya Karena Allah.. larena kuasaNYA lah segalanya bisa terjadi..

kalo sudah menyadari itu maka kita tidak akan pernah merasa susah.. apalagi lelah merasakan kehidupan .. ghak akan bro.. Karena bisa tidur dengan nikmat itu juga merupakan indikasi kita sukses dalam hidup.. 

so itu aja deh.. coba di renungkan ,, ini hanya pemikiran saya lho .. monggo kalo ada yang berpikiran lain .. wong sah sah saja kog.. kan hanya hanya orang biasa yang selalu bahagia... 

Salam Sadar Allah

10032017,Makassar